Home > Medical > GS

GS

GS merupakan yayasan non profit yang didirikan oleh  Almarhum Prof (HC). DR (HC). Ng. Rusli GS pada tahun  1984 di Jakarta, Indonesia, yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan alternatif yang mengkhususkan diri di bidang pengobatan patah tulang.

Saya bergabung dengan GS sejak awal tahun 1995, sebagai asisten dokter, yang pada saat itu dokternya adalah salah satu senior saya saat kuliah kedokteran dulu. Dan pada saat ini posisi saya adalah sebagai Kepala Konsultan Medis (Orthopaedi & Trauma), membawahi satu orang dokter spesialis bedah tulang, dua orang dokter umum, dua perawat dan enam ahli urut. Dan saya pun bertanggung jawab atas seluruh pasien-pasien rawat inap di GS.

Cara pengobatan dalam menangani tulang yang patah di GS adalah dengan menggunakan metode tradisional Indonesia, yang berasal dari suku Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Jadi itulah mengapa telah disebutkan di atas selain dari staf medis (dokter dan perawat), saya juga mengawasi beberapa ahli urut.

Pasti ada alasan yang membuat saya tertarik bergabung dengan GS sejak awal tahun 1995 hingga sekarang.

Alasan pertama, ketika saya mulai bergabung dengan GS, adalah keadaan dan kebutuhan ekonomi yang mendesak dan lahan pekerjaan yang semakin sulit serta persaingan yang semakin keras. Saat saya menerima tawaran bekerja dari senior yang telah bekerja di GS sebagai asisten beliau, saya pun langsung bergabung panjang tanpa berpikir lagi.

Kedua, setelah sekian lama saya bergabung dengan GS, saya mulai tertarik akan metode pengobatan yang diterapkan di GS, karena dengan metode yang diterapkan dalam penanganan patah tulang memiliki kesamaan dengan salah satu teknik ilmu pengobatan modern, tetapi dengan hasil yang sangat jauh berbeda.

Ketiga, sistem pembayaran yang sangat fleksibel dan sangat bersahabat bagi pasien-pasien yang datang untuk berobat.

Keempat, merupakan tantangan bagi saya untuk melakukan dan melakukan tindakan medis yang terbaik, tapi dengan situasi dan kondisi tidak seperti rumah sakit. Terutama dari segi sumber daya manusia serta dana operasional dan pengembangannya.

Saat ini GS telah berkembang cukup baik, meskipun hal ini dalam batas kemampuan kami.Sebelumnya ketika saya pertama kali bergabung, jumlah pasien rawat inap rata-rata sekitar 10 pasien per bulan dan 20 pasien rawat jalan per hari, saat ini jumlah pasien rawat inap kami rata-rata sekitar 60 pasien per hari dan sekitar 200 pasien rawat jalan per hari.

Karena hal-hal di atas, memaksa saya untuk dapat berkreativitas dan berimprovisasi semaksimal mungkin agar dapat memberikan bantuan serta hasil yang maksimal dalam waktu yang singkat serta biaya yang minim untuk pasien dibandingkan mereka berobat ke rumah sakit. Dan tentunya semua yang dilakukan masih dan harus didalam koridor kode etik kedokteran dan tidak melanggar peraturan pemerintah yang berlaku di Indonesia, khususnya saya tidak mengkhianati sumpah saya sebagai seorang dokter Indonesia.

© 2008 – 2009, Alloen Endonesia. All Rights Reserved.

Share and Enjoy:
  • Print
  • PDF
  • RSS
  • email
  • Add to favorites
  • Facebook
  • MySpace
  • Technorati
  • Twitter

Related Notes:


Unique visitors to post: 2

Categories: Medical Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.